Dini Hari Purwokerto Chaos, Motor PCX Diduga Milik Geng Motor Dipreteli Warga dan Nyaris Dibakar
Dini Hari Purwokerto Chaos, Motor PCX Diduga Milik Geng Motor Dipreteli Warga dan Nyaris Dibakar
Purwokerto, Banyumas
Situasi mencekam terjadi pada dini hari Minggu, 1 Februari 2026, di wilayah Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Sebuah kecelakaan lalu lintas serius berujung chaos setelah warga mempreteli satu unit sepeda motor Honda PCX yang diduga milik anggota geng motor. Motor tersebut bahkan nyaris dibakar di lokasi kejadian.
Lokasi Kejadian
Insiden ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Raya Soeparjo Rustam, tepatnya di depan Kantor PGRI Kabupaten Banyumas, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi ini merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Kronologi Singkat
Kecelakaan melibatkan:
Mobil Suzuki pickup bernopol R-8259-BL
Sepeda motor Honda PCX bernopol R-4779-LAC
Benturan keras menyebabkan beberapa korban tergeletak di jalan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berdatangan ke lokasi. Situasi sempat tidak terkendali setelah muncul dugaan bahwa motor Honda PCX tersebut milik anggota geng motor. Emosi warga pun memuncak hingga motor dipreteli, dan sempat ada upaya untuk membakarnya sebelum akhirnya dicegah.
Data Korban
Korban dari Sepeda Motor Honda PCX
Motor PCX tersebut ditumpangi 3 orang remaja, dengan rincian:
FYS (16) – meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Margono Soekarjo akibat luka berat.
RH (16) – mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan medis.
HF (15) – mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di rumah sakit.
Korban dari Mobil Pickup
Mobil pickup dikemudikan oleh:
AR (22) – warga Kalimanah
Pickup tersebut membawa 7 orang, seluruhnya mengalami luka-luka:
1 orang harus menjalani rawat inap
5 orang menjalani rawat jalan
Total korban dalam kecelakaan ini mencapai 10 orang, dengan 1 korban meninggal dunia dan 9 lainnya luka-luka.
Penanganan Aparat
Petugas dari Satlantas Polresta Banyumas segera tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti termasuk sepeda motor Honda PCX yang telah rusak akibat aksi warga.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan dan kebenaran dugaan keterlibatan geng motor. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak bertindak anarkis dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat hukum.
Imbauan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan emosional dan main hakim sendiri dapat menimbulkan persoalan hukum baru. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar
Gabung dalam percakapan